Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Social Icons

Selasa, 20 Desember 2011

Sarana dan Prasarana Penjaskes


I.       Sarana dan Prasarana dalam Pendidikan Jasmani

1. Deskripsi Sarana dan Prasarana
a. Sarana
            Sarana adalah perlengkapan yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung fungsi kegiatan dalam satuan pendidikan. Sarana ini dapat meliputi peralatan, perabotan, media pendidikan, peralatan penunjang kegiatan belajar mengajar, dan buku. Selain itu, sarana juga merupakan segala sesuatu yang dipakai dalam proses pendidikan sebagai alat dalam mencapai makna dan tujuan dalam suatu pendidikan. (pojokpenjas.wordpress.com)
            Sarana olahraga merupakan sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Sarana olahraga dapat berupa net, bola, lembing, pluit, stopwatch, sepatu, raket, dan lain-lain. (rossy46nelli.wordpress.com.2009:12)
            Jadi menurut kelompok kami, sarana adalah sumber daya serta alat pendukung untuk menunjang kebutuhan kegiatan dalam suatu pendidikan jasmani dan merupakan alat yang dalam penggunaannya dapat dipindah-pindah dan dapt disimpan disuatu tempat agar dapat digunakan kembali saat diperlukan. Contohnya bola, net, kostum, raket, dan lain-lain.
b. Prasarana
            Prasarana merupakan suatu kebutuhan dasar kegiatan dalam suatu pendidikan jasmani, misalnya lapangan, dan gedung. Kesemuanya ini merupakan kebutuhan pokok dalam kegiatan olahraga yang harus dipenuhi. (rossy46nelli.wordpress.com.2009:13)
            Menurut Victory yang dalam blognya mengemukakan bahwa prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. (victory-wahyudy-blogspot.com.2010:03)
            Prasarana juga dapat diartikan suatu bentuk permanen, baik itu berupa ruangan didalam maupun diluar. Misalnya gymnasium, lapangan permainan, kolam renang, dan lain sebagainya. (sudrajat.2001:23)
            Banyak sekali penerapan olahraga di sekolah-sekolah di Indonesia untuk prestasi serta pendidikan saja, terkadang terdapat sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan sebagai pendidikan jasmani dan rekreasi walau kurang memadai. Misalnya lapangan olahraga permainan bola basket yang dapat juga disambilkan untuk permainan futsal dengan menambah gawang yang tidak permanen. Selain itu, lapangan bulu tangkis yang juga dapat dimanfaatkan sebagai lapangan sepak takraw. Sehingga dengan prasarana yang ada dapat difungsikan bukan hanya satu fungsi, melainkan beberapa fungsi.
            Prasarana menurut kelompok kami dapat diartikan yakni suatu sumber daya serta alat pendukung yang dapat digolongkan permanen, dimana sumber daya ini dalam penggunaannya tidak dapat dipindah-pindahkan maupun disimpan disuatu tempat. Prasarana yang dimaksud yakni lapangan baik itu indoor maupun outdoor, bak lompat jauh, kolam renang, dan lain-lain.

2.      Fungsi dan Manfaat Sarana dan Prasarana
a.       Fungsi Sarana dan Prasarana
Fungsi prasarana beserta sarananya adalah sebagai lokasi atau tempat dalam bisnis maupun aktivitas olahraga. Sehingga akan saling mendukung dengan adanya tempat dan juga perlengkapan beraktivitas.
Selain itu sarana dan prasarana yang berkualitas baik juga berperan penting dalam keselamatan penggunanya, sehingga dapat mengurangi faktor cidera dalam pelaksanaan kegiatan yang menggunakan sarana dan prasarana tersebut. (victory-wahyudy-blogspot.com.2010:07)
Dalam kegiatan olahraga banyak ditemukan kecelakaan yang mengakibatkan cidera ringan maupun parah. Disinilah sarana memiliki banyak fungsi sebagai pendukung. Salah satunya sebagai protector atau pelindung demi meminimalisasikan terjadinya kecelakaan. Contohnya Mobil F2008 memasang pengaman lateral di dekat kepala pembalap. Fungsi alat tersebut adalah agar kepala pembalap tetap aman saat terjadi kecelakaan. (Ari Diaz, www.tribunkaltim.com)
Jadi fungsi dari sarana dan prasarana menurut kelompok kami yakni dapat disimpulkan sebagai alat pendukung dan membantu kelancaran terlaksananya suatu kegiatan jasmani, dengan demikian akan terwujudnya suatu kegiatan jasmani yang berkualitas bila didukung oleh sarana dan prasarana yang juga berkualitas baik.

b.      Manfaat Sarana dan Prasarana
Banyak fasilitas olahraga yang pemakaiannya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Fasilitas tersebut penggunaannya belum sesuai dengan kebutuhan sekolah bahkan terkesan sia-sia dalam pengadaannya karena tidak terawat dengan baik dan pengalihan fungsi fasilitas tersebut yang tidak tepat. (rosy46nelli.wordpress.com.2009:06)
Seperti halnya bermain sepak takraw di lapangan tanah yang tidak rata. Latihan yang seperti ini tidak akan mempunyai banyak nilai daya guna. Karena sebenarnya latihan sepak takraw yang benar adalah di lapangan beralas semen dengan memakai sepatu sepak takraw. Sehingga jika dimanfaatkan secara benar maka manfaat yang diperoleh sangat banyak. Tidak lain manfaat sarana prasarana adalah dapat meningkatkan kualitas kesehatan serta mendukung berlangsungnya perlombaan dan pertandingan.
Selain itu bila penggandaan fungsi fasilitas dilakukan dengan tepat, akan lebih menghemat lahan apalagi bagi sekolah yang memiliki lahan terbatas, dengan dilakukannya penggandaan fasilitas tersebut proses berlangsungnya praktek yang menggunakan fasilitas tersebut dapat berjalan dengan baik. Contohnya lapangan bulu tangkis bisa juga dimanfaatkan sebagai lapangan sepak takraw.
kami dapat menarik benang kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik dan sesuai dengan kegunaannya dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan sedikit banyak dapat membantu kelancaran kegiatan jasmani.






II.                Sarana dan Prasarana dalam Cabang Olahraga Lempar Cakram.
1.      Prasarana dalam lempar cakram.
Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik pada nomor lempar. Lempar cakram sudah dikenal mulai zaman purba oleh bangsa Yunani purba 708 SM, lempar cakram merupakan bagian dari pancalomba (pentathlon). Pada permulaannya, Cakram yang digunakan pada zaman purba dibuat dari batu terupam halus, kemudian dari perunggu yang dicor dan ditempa dengan berat antara 3 sampai 9 ponds (3,06 – 4,08 kg). Cara melakukan lemparan yang pada mulanya menirukan gaya nelayan yang melempar jaring berulang-ulang. Kemudian, ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan badan agak bersandar ke depan.
Dalam Olympiade modern yang mulai diselenggarakan pada tahun 1896, nomor lempar cakram merupakan nomor lempar yang harus ada dalam setiap perlombaan atletik. Perlombaan lempar cakram untuk wanita baru mulai pada Olympiade IX tahun 1928 di Amsterdam. Cakram yang digunakan dalam perlombaan dibuat dari kayu berbingkai besi (logam). Berat cakram yang telah dibakukan (standart) untuk perlombaan bagi peserta wanita adalah1kgbagipesertapria-priakg.

Sektor (lapangan)
ü  Lapangan untuk melempar berdiameter 2,50 meter, dalam perlombaan yang resmi terbuat dari metal atau baja.
ü  Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen, aspal dan lain-lain. Lingkaran lemparan dikelilingi oleh pagar kawat atau sangkar untuk menjamin keselamatan petugas, peserta dan penonton.
ü  Bentuk lapangan seperti huruf C, dengan diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. Sektor lemparan dibatasi oleh garis yang berbentuk sudut 40o di pusat lingkaran.

Ukuran Cakram
1.      Untuk laki-laki berat 2kg  dengan garis
2.      Untuk perempuan berat 1kg dengan garis tengah 180-182,
3.      Jumlah tiang dua buah yang berada disisi berbeda sebagai penyangga net.


2.      Sarana Permainan Sepak Takraw

a.       Official
Dalam pertandingan, lempar cakram dipimpin oleh wasit serta diawasi oleh paniti penilai. Alat-alat yang dibutukan official diantaranya:
1.      bendera
2.      Papan sko
3.      meteran
4.      Kursi dan meja
Sumber: (http//www.riau info.com.2001.03)
b.      Perlengkapan pemain
1.      Kostum
2.      Celana pendek
3.      Kaos kaki
4.      Sepatu
Sumber: (http//www.riauinfo.com.2001:06)

0 comments:

Poskan Komentar

komentar anda adalah inspirasi saya